Prila's Story
Cerita iseng yang berasal dari lubuk hati, dan semoga bermanfaat
Selasa, 15 Desember 2015
Mungkin Aku
Kali ini ada puisi yang mungkin pas banget sama aku... bukannya galau tapi ini juga buat mutivasi diri agar tidak terlalu berlebihan. Check it out...
Teruntuk kau yang disana..
Teruntuk kau yang disana..
Sabtu, 28 November 2015
Membuka Tabir
Beberapa bangunan yang suasananya sangat rindang menjadi
pemandangan setiap hari bagi kami. Dimana tempat kami untuk mengabdi, mencari
ilmu, dan berbagi tawa bersama kawan-kawan tercinta. Ini tahun pertama aku
sekolah di sini, istana kebanggaan kami, SMA N 3 Semarang. Sangat bangga berada
di sekolah yang berada di Jalan pemuda tepatnya di kota Semarang ini. Karena
sekolahku adalah sekolah yang sangat diperebutkan semua siswa lulusan SMP baik
di Kota Semarang maupun daerah Jawa Tengah. Dari SMP, kebanyakan siswa-siswi di
Kota Semarang berusaha mencapai nilai setinggi tingginya untuk dapat bersekolah
di sini karena memang sekolah terbaik di kota Semarang menurutku hehe. Kata
kebanyakan orang lulusan dari SMA ini banyak yang menjadi orang sukses
Amiiinn...
Sekilas saat pertama datang ke SMA N 3 Semarang kalian pasti
langsung berpikir kok bangunannya seperti bangunan lama di zaman belanda. Ya
memang, SMA N 3 Semarang ini adalah bangunan bekas kantor pemerintahan di zaman
Belanda dahulu dan sudah menjadi icon juga di Semarang.
Sistem pembelajaran yang disebut dengan “Moving class” atau
kelas berpindah itulah yang kami lakukan setiap hari. Tidak seperti
sekolah-sekolah pada umumnya, setiap pergantian pelajaran kami selalu berpindah
ke kelas yang sudah ditentukan dan tak lupa juga harus selalu membawa tas. Tapi,
itu tidak menjadi beban bagi kami, karena kami sudah disediakan loker sendiri
sehingga banyak buku dan barang yang sering kami tinggal di loker, jadi tidak
terlalu berat.
“No one day without achievement” atau tiada hari tanpa
prestasi, itulah yang selalu kami genggam di dalam hati untuk menjadi motivasi
diri dan target. Saya juga heran, kenapa setiap upacara selalu saja ada yang
mendapat penghargaan. Dari tingkat kota hingga Internasional sering mendapat
juara 1. Karena subsie / ekstrakulikuler di SMA N 3 Semarang ada kurang lebih
40. Banyak banget kan. Pasti kalian bingung mau pilih yang mana, aku pun juga
pertama disuruh pilih diantara 40 subise itu juga bingung. Bakat yang kalian
punyalah atau keinginan untuk mendapat pengalaman barulah yang akan menentukannya.
Dengan usaha dan fokus pasti kalian bisa mendapatkan prestasi dari pilihanmu.
Semangat!.
Di SMA N 3 ini sudah menggunakan kurikulum 2013 yang
pastinya diajarkan cara menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Pada
tahun pertamaku di sini, program baru yang diadakan pemerintah yaitu sekolah 5
hari yang sekolah dari Senin hingga Jum’at. Walaupun 5 hari sekolah tapi pulang
juga tambah sore, sama aja kan. Tapi kalau sudah dijalani pasti akan enjoy pada waktunya.
Mungkin pekenalan dengan sekolahku cukup di sini saja,
walaupun masih banyak yang ingin aku ceritakan kepada kalian semua tentang
hal-hal yang menarik dari sekolahku. Dan pesen dari aku, untuk kalian yang
berniat mau masuk ke SMAGA Semarang ini, apalagi kalo seperti aku yang rumahnya
jauh dari sekolah, kalian harus siapin mental buat lumayan mengeluarkan tenaga,
balajar harus rajin, dan bergaullah dengan orang-orang yang baik di sekeliling
anda. Semoga kalian semua bisa menjadi orang yang sukses dan berbudi pekerti
yang baik.
Ini adalah mars SMA 3 Semarang
Kami ini satria
Ganesha, siap abdi nusa bangsa negara
Pegang teguh dasa
prasetya Ganesha muda tuk meraih cita-cita
Tempat belajar dan
menuntut ilmu tuk menjadi seorang satria
Inilah istana
kebanggaan kami
SMA NEGERI 3 SEMARANG
Junjung tinggi budaya
bangsa serta cinta pada sesama
Berdasarkan pancasila
dan undang-undang dasar ‘45
Kami ini Satria
Ganesha siap abdi nusa, bangsa, negara
Pengabdian tulus,
jujur, dan wibawa
Bagi jaya Indonesia
SMA 3 slalu berjaya
Salam Calon orang sukses J
Minggu, 08 November 2015
Menghadapinya
Gurita di Tengah Tinta
(Preeet...)
Malam ini, entah malam ke berapa aku selalu mencari jawaban dari permasalahan diriku sendiri. Aku selalu mencoba dan terus mencoba setiap harinya, selalu mencari jawaban yang terbaik dari soal yang ada. Ibuku selalu bilang "fokus dan teruslah mencoba".
Aku seperti menyesali diriku sendiri, mengapa baru sekarang aku sadar akan hal penting itu. Aku menjadi semakin malu pada diriku yang kemarin yang selalu menyepelekan, terlalu egois, dan merendahkan. Dalam hati "aku ingin berubah" namun terkadang perubahan itu menjerumuskan aku untuk mengikuti gaya orang lain. Padahal kita disuruh menjadi diri kita sendiri dengan apa adanya kita.
Tak mau mengecewakannya yang selalu menjadi penyemangat dan contoh di setiap langkah, Tak mau mundur sebelum berperang, Melampaui batas orang lain, dan dekat dengan yang kuasa mungkin itu yang seharusnya aku lakukan sekarang.
Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, lupakan permasalahan cintamu pikirkanlah masa depanmu. Jodoh tidak akan nyasar kok. Sekarang hadapilah setiap masalah yang ada dan totalitas dalam mengerjakan sesuatu.
Tuhan.. temanilah aku di setiap langkahku
"perjuangan yang hebat itulah yang akan menghasilkan hasil yang terbaik"
-April-
Minggu, 19 April 2015
Harapan Hati
Pernah ada kata iri di lubuk hati
Tapi apa boleh ada kata menyesal di hidup ini
Rumput tetangga yang selalu rapi dan tersenyum
Menyentuh hati ingin merubah
Takdir sudah terjadi
Tak boleh disesali di kemudian hari
Hidup bagaikan hutang
Mengundang resah, memberi tenang
Sementara
Ayolah sahabat hatiku
Lihatlah ke dalam isi hati
Apa yang kuingini
Hanya sebuah harapan
Harapan Suci
Bukan maksud ingin mengatur
Bukan pula menjadi singa ganas
Hanya secuil solidaritas yang singa inginkan
Berubahlah kawan
Kita telah berumur tua
Saatnya kita bersifat dewasa
Bukan layaknya anak TK
Tapi apa boleh ada kata menyesal di hidup ini
Rumput tetangga yang selalu rapi dan tersenyum
Menyentuh hati ingin merubah
Takdir sudah terjadi
Tak boleh disesali di kemudian hari
Hidup bagaikan hutang
Mengundang resah, memberi tenang
Sementara
Ayolah sahabat hatiku
Lihatlah ke dalam isi hati
Apa yang kuingini
Hanya sebuah harapan
Harapan Suci
Bukan maksud ingin mengatur
Bukan pula menjadi singa ganas
Hanya secuil solidaritas yang singa inginkan
Berubahlah kawan
Kita telah berumur tua
Saatnya kita bersifat dewasa
Bukan layaknya anak TK
Selasa, 20 Januari 2015
CERITA PENGALAMAN PREINAN
Preinan semesteran kala wingi surya 21 Desember 2014 dumugi 4 Januari 2015 yaiku preinan kang nyenengake miturut kula. Ing dinten sepindah preinan dhawah wonten dinten Ahad. Kula sakaluarga badhe tindhak wonten griyanipun simbah putri wonten Wonosobo, Jawa Tengah. Saking Semarang amung 3 jam perjalanan mawon. Kula tindak mrika nitih bis lan dateng mrika wanci 11 enjing. Sesampunipun wonten Wonosobo kula lan batih ngaso wonten griyanipun simbah. Kula piyambak tilem wonten kamaripun sederek caket kula.
Senin enjing Pakdhe ngajak kula tindak wonten Dieng Plateau, caket griyanpun simbah amung 7 km. Dieng iku salah sawijine obyek wisata wonten Wonosobo ingkang sampun terkenal kanthi manca negara. Dadi saben preinan kathah bule ingkang tindak wonten Dieng. Kula tindak wonten Telaga Warna. Tiketipun mlebet Telaga Warna amung Rp 10.000, Bapak mundhut 10 tiket kagem kita sedaya. Subhanallah, pemandanganipun sae sanget. Tirtanipun telagane werna ijo lan kathah wit-witan wonten mrika. Namung pas kula mrika telaganipun ketutup kabut. Kula sakaluarga nyempetaken foto-foto wonten mrika kangge kenang-kenangan. Sawise saking Telaga Warna kita sedaya banjur minuju wonten pusat oleh-oleh. Kula mundhut oleh-oleh khas Dieng yaiku Carica. Sesampunipun mundhut oleh-oleh kita sedaya banjur kesah wonten griya amargi sampun sayah.
Dinten Selasa enjing kula siap-siap wangsul wonten Semarang. Kula sakaluarga pamitan kalih simbah lan sederek-sederek wonten Wonosobo. Preinan ingkang mboten saged kula supenaken. Kula bakalan tindak malih wonten Wonosobo preinan mangkih.
Sisanipun preinan tinggal 7 dinten kula sinau wonten griya kangge nyiapaken ujian kagem kelulusan kelas 9 mangkih. :) Matur Suwun....
menika wonten kalih gambar sing saged kula share
Jumat, 28 November 2014
Nyawa itu Kita Tidak Tahu
Sudah tiga minggu terakhir di kampungku terdapat 4 jiwa yang meninggal
dunia. Mereka meninggalkan kami di sini secara tiba-tiba. Di kampung ini yang
sudah lama kami huni, secara bergantian merelakan orang-orang yang setiap hari
bersama kami. Bunyi terompet kematian itu terdengar menusuk kalbu, tangis yang
menandakan kesedihan itu menyelimuti kami, hingga bendera kuning itu kembali di
pasang di sudut gang kami.
Pasti kita tidak menyangka secepat itukah mereka pergi? Aku
terus bertanya kenapa orang yang setiap hari ku sapa sudah tidak mungkin lagi
ku sapa? Di malam ini tepat pukul 11. 30 berita itu datang lagi, salah satu
tetanggaku meninggal dunia. Tetangga yang selalu ramah kepadaku, tetangga yang
selalu dipercaya oleh keluargaku. Beliau adalah orang yang menemani mbahtiku
sebelum mbahtiku pergi mendahului. Tanpa ku sangka beliau kini pergi. Padahal
kemarin aku masih bertemu dengannya, menyapanya, dan berbincang-bincang
dengannya. Namun apa daya aku hanya bisa
mendoakannya dari sini dan merelakannya.
Tuhan apakah ini pertanda aku harus lebih mengingatmu, dan
mengingatkan kepada teman dan saudara-saudaraku akan besarnya kuasamu.
Engkaulah maha pengatur segalanya. Aku hanya bisa berdoa “Ya Allah, terimalah
mereka di sisimu yang mulia, pertemukan mereka kepadamu dengan keadaan mulia
pula, terimalah semua amal baik mereka, ampunilah seluruh dosa mereka, dan
lapangkanlah kubur mereka.” Ingatkanlah kembali kami di mana ketika kami
melakukan perbuatan yang salah. Memang jiwa ini hanya menopang di raga ini,
memang kami tidak pantas untuk menyombongkan diri. Namun hanya kepadamulah kami
menyerahkan segalanya. Sungguh kematian itu hanya kaulah yang berhak tahu dan
kapan datangnya.
Sekian,,
Minggu, 02 November 2014
Buat yang Di Sana
Lirik Lagu RAN - Dekat di hati
Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasa hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Tawa candamu menghibur saatku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun ku pergi
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Dekat di hati
Dekat di hati
Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasa hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Tawa candamu menghibur saatku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun ku pergi
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Dekat di hati
Dekat di hati
Langganan:
Komentar (Atom)



